Gandeng PSDKU Polinema Kediri dan KADIN, FE UNIK Beri Pelatihan Pelaporan Keuangan bagi UMKM Kediri

Seiring bertambahnya jumlah UMKM, Fakultas Ekonomi Universitas Kadiri memberikan pelatihan pelaporan keuangan kepada para pelaku UMKM di Kota Kediri pada hari Selasa, 7 Desember 2021. Pelatihan ini berfokus pada penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Infromasi Keuangan melalui perangkat mobile dengan menggandeng PSDKU Polinema di Kota Kediri dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN).

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membantu UMKM di Kota Kediri untuk lebih terbiasa memanfaatkan teknologi di era Industri 4.0 ini, mulai dari proses produksi, pemasaran, sampai pada proses pembukuan keuangan. Mengingat UMKM saat ini merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Bahkan, menurut kementrian Koperasi dan UKM, UMKM saat ini memberikan kontribusi sebesar 97% dalam penyerapan tenaga kerja dan menghimpun 60,4% keseluruhan total investasi.

Acara ini dibuka oleh sambutan dari dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Nur Laely, M.M. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi pelatihan oleh tiga pemateri dari masing-masing instansi penyelenggara pelatihan. Diantaranya adalah Dr. IGG Heru Marwanto, M.M., dari Universitas Kadiri, Fadelis Sukya S.Kom., M.Cs., dari PSDKU Polinema di kota Kediri, dan Ir. Wiwiek Andajani, M.M., sebagai pemateri dari KADIN.

Selain memberikan pelatihan terkait penggunaan SIAPIK pada perangkat mobile, para pemateri juga memberikan berbagai tips dan trik kepada para peserta dari berbagai UMKM di Kota Kediri dalam menghadapi tantangan yang dialami oleh sejumlah UMKM di Indonesia. Seperti halnya mengenai pemodalan dan pembiayaan UMKM, digitalisasi pemasaran, serta perijinan dan sertifikasi untuk pengembangan dan keberlangsungan usaha.

“Dengan keterlibatan para ahli dan profesional bisnis, kita yakin bahwa kita semua memiliki semangat yang sama dalam membantu dan mengembangkan UMKM pada masa pandemi dan era digital ini, sehingga lebih meningkatkan perekonomian dan daya saing Bangsa,” pungkas Nur Laely mengenai harapannya pada pelaksanaan pelatihan ini. (ber)